Document 9650624
Download
Report
Transcript Document 9650624
Matakuliah
Tahun
: V0152 / Hygiene, Keamanan & Keselamatan
: 2008
PENTINGNYA KONSEP K3 DAN TUJUAN
PENERAPAN SMK3 DI INDUSTRI
PERHOTELAN
Pertemuan 12
SISTEM MANAJEMEN K3
Sistem manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau K3 merupakan
bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan manajemen lainnya.
Manajemen adalah kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh suatu
Hasil dalam rangka pencapaian tujuan secara efisien dan efektif,melalui
Pengarahan, penggerakkan, dan pengendalian kegiatan – kegiatan yang
Dilakukan oleh orang – orang yang tergabung dalam suatu unit kerja sama.
Sedangkan sistem manajemen adalah rangkaian kegiatan manajemen yang
Teratur dan saling berhubungan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Bina Nusantara
Sistem manajemen K3 menurut Permenaker No. 05 tahun 1996
adalah bagian dari
sistem manajemen secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi,
perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan, prosedur, proses dan sumber daya
yang dibutuhkan bagi pengembangan, penerapan, pencapaian, pengkajian dan
pemeliharaan kebijakan K3 dalam rangka pengendalian resiko yang berkaitan
dengan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif.
Bina Nusantara
TUJUAN PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN K3
1. Mencegah dan mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja
2. Menciptakan tempat kerja yang aman terhadap kebakaran, peledakan dan kerusakan
yang pada akhirnya akan melindungi investasi yang ada serta membuat tempat kerja
yang sehat
3. Menciptakan efisiensi dan produktivitas kerja karena menurunnya biaya kompensasi
atau kecelakaan kerja.
Bina Nusantara
MACAM – MACAM SISTEM MANAJEMEN K3
a. Sistem manajemen K3 menurut ILCI
International loss Control Institute (ILCI) yang bertempat di Atlanta,
Amerika Serikat dengan tokohnya Frank Bird mengembangkan
pendekatan Loss Control Management.
Pada pendekatan ini dijelaskan bahwa kecelakaan tidak saja
mengakibatkan kerugian (loss). Bird juga mengungkapkan rasio
antara kecelakaan yang menimbulkan cedera atau kejadian yang
tidak menimbulkan cedera atau hanya mengakibatkan kerusakaan
(damage accident).
Bina Nusantara
b. Sistem Manajemen K3 British Safety Council
dengan tokohnya James Tye mengeluarkan konsep K3 yang disebut
Five Star Rating System. Unsur – unsur dalam pendekatan sistem
ini adalah :
1. Kebijakan (policy)
2. Pengorganisasian (organizing)
3. Perencanaan dan penerapan (planning and implementation)
4. Pengukuran kinerja (measuring performance)
5. Peninjauan hasil (reviewing performance)
6. Audit (auditing)
c. Sistem Manajemen K3 Indonesia
Menurut Permenaker No. 5 Tahun 1996 ada lima prinsip dan dua belas
elemen yang menjadi pedoman untuk penerapan SMK3. Lima prinsip
ini merupakan siklus yang berkesinambungan, sedangkan dua belas
elemen SMK3 diterapkan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Bina Nusantara
LIMA PRINSIP PERATURAN PEMERINTAH
NO. 05/Men/1996
Komitmen &
Kebijakan
Manajemen
Perencanaan
SMK3
Tinjauan Ulang &
Peningkatan
Manajemen
Penerapan
SMK3
Pengukuran
&
Evaluasi
Bina Nusantara
ELEMEN SISTEM MANAJEMEN K3
1. Pembangunan dan pemeliharaan
2. Strategi pendokumentasian
8. Pelaporan dan perbaikan kekurangan
3. Peninjauan ulang perencanaan
9. Pengelolaan material dan perpindahannya
(desain) kontrak
10. Pengumpulan dan penggunaan data
4. Pengendalian dokumen
11. Audit SMK3
5. Pembelian
12. Pengembangan keterampilan dan
6. Keamanan bekerja berdasarkan
SMK3
7. Standar pemantauan
Bina Nusantara
kemampuan
PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN K3
1. Komitmen dan kebijaksanaan
salah satu bentuk komitmennya sebuah perusahaan menerapkan sistem
manajemen K3 ialah dengan menyediakan sumber daya yang memadai.
2. Perencanaan
perusahaan diharuskan merencanakan untuk memenuhi kibijakn, sasaran dan
tujuan K3 yang telah ditetapkan. Perencanaan yang baik harus memiliki kedua
hal yang penting diterapkan yakni, manajemen resiko yang baik dan pemenuhan
peraturan standar yang ada.
Bina Nusantara
PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN K3
3. Penerapan sistem manajemen K3
a. Kemampuan menyiapkan SD yang andal dan profesional
b. Integrasi sistem K3 ke dalam sistem manajemen perusahaan sehingga dapat
berjalan secara selaras dan seimbang
c. Kesadaran semua pihak untuk mendukung
4. Pengukuran dan evaluasi
Perusahaan perlu mengukur, memantau dan mengevaluasi kinerja K3. Adapun
pelaksanaannya meliputi inspeksi dan pengujian peralatan, metode, dan temuan
yang terdapat pada pekerjaan.
Bina Nusantara
PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN K3
5. Peninjauan ulang dan peningkatan oleh pihak manajemen
Tinjauan berkala berguna untuk meningkatkan sistem manajemen K3 dengan
tujuan meningkatkan kinerja K3 secara keseluruhan. Peninjauan meliputu :
a. Evaluasi penerapan K3
b. Melihat kembali tujuan, sasaran dan kinerja K3
c. Memaparkan hasil temuan audit sistem manajemen K3
d. Evaluasi kebutuhan dan peningkatan sistem manajemen K3
Bina Nusantara