DIKLAT KEPEMIMPINAN TINGKAT II FASILITATOR : DRS. SURJADI, M.Si KAJIAN MANAJEMEN STRATEJIK BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PROPINSI JAWA TIMUR.
Download ReportTranscript DIKLAT KEPEMIMPINAN TINGKAT II FASILITATOR : DRS. SURJADI, M.Si KAJIAN MANAJEMEN STRATEJIK BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PROPINSI JAWA TIMUR.
DIKLAT KEPEMIMPINAN TINGKAT II FASILITATOR : DRS. SURJADI, M.Si KAJIAN MANAJEMEN STRATEJIK 2010 BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PROPINSI JAWA TIMUR 1 POKOK BAHASAN KAJIAN MANSTRA 2 SYSTEMS THINKING DALAM MANSTRA; SCENARIO PLANNING DLM MANSTRA; BALANCED SCORECARD DALAM MANSTRA. 3 MANAJEMEN STRATEJIK ASPEK PENTING MANSTRA 4 Perumusan Strategi (Strategy Formulation) : mencerminkan adanya tujuan dan sasaran organisasi untuk menjabarkan misi organisasi; Implementasi Strategi (Strategy Implementation): menggambarkan operasionalisasi cara mencapai tujuan dan sasaran organisasi; Evaluasi Strategi (Strategy Evaluation) : merupakan aktivitas untuk mengukur, mengevaluasi dan memberikan umpan balik kinerja organisasi; Mengintegrasikan fungsi-fungsi manajemen. RINCIAN STRATEGI ASPEK MANSTRA KEGIATAN PERUMUSAN STRATEGI • PERUMUSAN VISI DAN MISI • PLI DAN PLE ; KAFI DAN KAFE • ANALISIS PILIHAN STRATEGI DAN FAKTOR KUNCI KEBERHASILAN • PENETAPAN TUJUAN, SASARAN DAN STRATEGI (PERENCANAAN STRATEGI) IMPLEMENTASI STRATEGI • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN • PENGANGGARAN (ALOKASI BIAYA) • SISTEM PELAKSANAAN, PEMANTAUAN DAN PENGAWASAN EVALUASI STRATEGI • PENGUKURAN DAN EVALUASI KINERJA • PELAPORAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN 5 FRAME WORK MANSTRA 6 MISI FKK SISTEM PELAKSANAAN, PEMANTAUAN DAN PENGAWASAN PENGUKURAN DAN EVALUASI KINERJA RENSTRA SBG RPJM RENJA/ RKT FORMULASI STRATEGI PELAKS KEGIATAN KINERJA NYATA PERTANGGUNGJAWABAN HASIL EV-KIN UNTUK UMPAN BALIK IMPLEMENTASI STRATEGI EVALUASI STRATEGI PERENCANAAN STRATEJIK 7 VISI MISI FKK ASAP TUJUAN (G) SASARAN (O) INDIKATOR KEBIJAKAN STRATEGI (S) PROGRAM ASI MATRIKS SWOT KAFI KAFE PLI PLE Model Kerangka Aplikasi Manajemen Strategis KAFI PLI SWOT Visi Misi PLE Tujuan Strategis PetaStrategi Plg puas Lyn trpdu Fns naik SDM Kmpt& prdf DF Analisis DF Key DF MATRIK SKENARIO KAFE Rekomendasi Balansed Scorecard Sasaran Pelanggan Ukuran Target Program Realisasi Scorecard Sasaran Proses Int Ukuran Target Program Realisasi Scorecard Sasaran Pemb&Pert Ukuran Target Program Realisasi Scorecard Sasaran Finansial Ukuran Target Program Realisasi Scorecard 8 SYSTEMS THINKING & RENCANA SKENARIO DALAM PERENCANAAN STRATEJIK 9 VISI MISI FKK TUJUAN (G) REN. SKENA RIO SASARAN (O) + Indikator STRATEGI (S) KEBIJAKAN PROGRAM System Thinking RENCANA STRATEJIK TUJUAN (G) SASARAN & INDIKATOR (O) STRATEGI (S) KEBIJAKAN 10 PROGRAM KONSEP SYSTEMS THINKING DALAM MANSTRA 11 CARA BERPIKIR SYSTEMS THINKING BERSIFAT “NONLINIER” TETAPI IMPLEMENTASINYA DALAM MANAJEMEN STRATEJIK DILAKUKAN BERSIFAT “LINIER”, KARENA SUATU PROSES KEGIATAN TIDAK MUNGKIN BERLANGSUNG “NON-LINIER”, MELAINKAN HARUS MELALUI PENTAHAPAN SECARA BERURUTAN. PENGERTIAN & KONSEPSI SYSTEMS THINKING 12 1. Systems thinking atau berpikir serba sistem (sistemik) merupakan metode berpikir melingkar (360 derajat) (tidak linier); 2. Berpikir melingkar dapat menggambarkan suatu hubungan kausal atau sebab akibat yang menunjukkan bahwa hubungan antar variabel akan kembali pada variabel awal. Konsepsi ……… 13 3. Cara berpikir sistemik ini sangat bermanfaat dalam suatu proses Manajemen Stratejik yang diawali dengan Perencanaan Stratejik berdasarkan, visi, misi dan nilai organisasi, implementasi rencana stratejik sampai dengan evaluasi hasil kerja pelaksanaan rencana stratejik; 14 4. Berpikir sistemik memerlukan bantuan pemetaan alur pikir melalui hubungan sebab-akibat (hubungan kausal) yang dilatarbelakangi dengan berbagai masalah yang saling terkait sebagai suatu sistem atau suatu rangkaian alur pikir (loop). Konsepsi ……… 15 5. Hubungan sebab akibat yang membentuk alur pikir (loop) antar variabel satu (mengapa timbul) dengan variabel yang mendahului dan variabel yang timbul berikutnya (apa dampaknya) serta variabel lainnya apabila dirangkaikan membentuk peta (Map) atau diagram yang dikenal dengan : “CAUSAL LOOP DIAGRAM / MAP” (CLD / CLM); TENTANG CLD / CLM 16 CLD/CLM ada 2 jenis yaitu : a) Berupa System Archetype (arkitaip sistem), yang merupakan CLD dengan struktur bangunan peta alur pikir hubungan kausal yang sudah baku. b) Berupa CLD yang bersifat “terbuka”, yaitu CLD yang struktur bangunannya tidak baku, bersifat bebas untuk membuatnya. Konsepsi ……… 17 6. Dari hasil kajian melalui CLD akan dapat diketahui secara cermat Variabel mana yang merupakan variabel utama yaitu variabel yang sangat berpengaruh terhadap variabel-variabel lainnya; 7. Dengan menemukan Variabel Utama (Variabel Kunci), apabila itu dikaitkan dengan penyelesaian suatu masalah (solusi) dalam lingkungan yang kompleks / dinamik maka akan dapat dirumuskan langkah-langkah kebijakan (Problem Solving) yang tepat dan efektif . Catatan ………… 18 Menentukan Variabel Utama atau Kunci terdapat perbedaan cara menetapkannya. Apabila terdapat keragu-raguan menetapkan Variabel Utama, untuk menentukan peringkatnya dapat digunakan Analisis SWOT; Konsepsi ……… 19 8. Hasil pemikiran melalui Metode Berpikir Sistemik sebagai bahan masukan Penyusunan Rencana Stratejik; 9. Selain Analisis SWOT dapat pula digunakan Metode Berpikir Sistemik termasuk “Perencanaan Skenario” (Scenario Planning : ada pembahasan tersendiri) dalam proses Analisis Lingkungan Stratejik untuk keperluan penyusunan Rencana Stratejik. PRINSIP DASAR PENYUSUNAN PETA ALUR PIKIR HUBUNGAN KAUSAL (CLD) 20 Baik CLD yang Baku (Arkitaip Sistem) maupun CLD Terbuka, mengikuti prinsip dasar sebagai berikut : 1. Penyusunan urutan cerita dari suatu peta alur pikir hubungan kausal; 2. Rangkaian Alur Pikir Menguat (Reinforcing Loop) merupakan peta alur pikir hubungan kausal baik bersifat positif (+) dg (+) maupun bersifat negatif (+) dg (–); (LIHAT CONTOH PADA MODUL KMS HAL. 194-196) Prinsip …………. 21 3. Rangkaian Alur Pikir “Balansing” (Balancing Loop) merupakan peta alur pikir hubungan kausal (CLD) yang terjadi apabila suatu perubahan mendorong kearah stabilitas, adanya resistensi atau batasan- batasan tertentu; 4. Penangguhan (Delays), merupakan suatu proses perubahan yang memerlukan waktu untuk bisa mempengaruhi dalam proses perubahan berikutnya (LIHAT CONTOH PADA MODUL KMS HAL. 197) TIGA KOMPONEN DALAM CLD 22 VARIABEL, suatu keadaan (substansi), bukan kata kerja yang mengalami perubahan dan mempengaruhi atau dipengaruhi oleh keadaan yang lain; NILAI PERUBAHAN, merupakan dampak yang terjadi pada hubungan kausal antar variabel (misal: Hujan mempengaruhi kesuburan tanah, tingkat kelahiran dengan jumlah penduduk, Lapangan Kerja thd Tingkat Pengangguran dll; ALIRAN ARAH PANAH, menunjukkan arah proses perubahan Variabel Penyebab ke Variabel yang dipengaruhi. MEMBANGUN CLD 23 1. Tetapkan unsur, elemen atau bagian sistem (yg akan dipetakan) sebagai variabel awal dan tempatkan pada titik yang benar-benar relevan, berhubungan langsung dengan kasus atau isu stratejik; 2. Kembangkan variabel awal tersebut ke ‘hulu’ atau ‘hilir’ dalam berbagai tingkatan waktu proses hubungan kausal; 3. Gerak perubahan ‘hulu’ merupakan variabel yang menjawab ‘mengapa’, dan merupakan variabel yang mempengaruhi terjadinya variabel awal (anak panah masuk atau menuju ke variabel awal); Lanjutan ………… 24 4. Gerak perubahan ‘hilir’ merupakan variabel yang menjawab pertanyaah ‘dampak apa yang diakibatkan variabel awal’. Dalam pemetaannya tergambar adanya anak panah yang keluar dari variabel awal; 5. Jadi dari variabel awal dapat dikembangkan baik kearah variabel hulu maupun hilir, baik bangunan struktur reinforcing maupun balancing, yang akhirnya bertemu menjadi satu hubungan kausal yang melingkar 360 derajat, sehingga terbentuk satu struktur bangunan CLD; 6. Pilih dan tetapkan variabel yang paling berperan dan paling berpengaruh sebagai variabel kunci CLD. LANGKAH-LANGKAH PEMECAHAN MASALAH DENGAN PENDEKATAN CLD 25 1. Mengenali Isu, Masalah atau gejala sebagai indikator adanya masalah yang perlu penyelesaian; 2. Mengumpulkan data yang relevan dengan Isu, masalah atau gejala serta menentukan VaiabelVariabel yang relevan; 3. Menganalisis untuk mencari / menemukan hubungan kausal antar variabel sehinga dapat dipetakan sebagai CLD / Gabungan CLD; Lanjutan ………… 26 4. Memilih atau menetapkan variabel mana yang merupakan Variabel Utama atau Kunci; 5. Menetapkan Kebijakan atau Kebijakan-Kebijakan yang diperlukan untuk solusi masalah berdasarkan pada Variabel Utama / Kunci; 6. Mengakomodir Kebijakan tsb ke dalam Rencana Stratejik, apabila kebijakan tsb memerlukan waktu lama (lebih dari satu tahun) – Apabila kurang dari satu tahun, dapat langsung diintegrasikan dengan RKT. LINGKUNGAN MASALAH & KONDISI PERUBAHANNYA 27 VARIABEL LINGKUNGAN SEDERHANA, apabila unsur luar (eksternal) sedikit atau serupa dengan lingkungan yang bersangkutan; VARIABEL LINGKUNGAN KOMPLEKS, jika unsur luarnya sangat banyak dan tidak serupa; VARIABEL PERUBAHAN KONDISI STABIL, tingkat perubahan sangat lambat; VARIABEL PERUBAHAN KONDISI TIDAK STABIL, tingkat perubahan yang cepat, tidak menentu. PENGINTEGRASIAN VARIABEL LINGKUNGAN DAN VARIABEL PERUBAHAN 28 MENGKAWINKAN VARIABEL LINGKUNGAN DAN VARIABEL PERUBAHAN MENGHASILKAN 4 (EMPAT) KEMUNGKINAN SEBAGAI DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN / KEBIJAKAN SBB : 1. Kondisi Tidak Stabil dengan Lingkungan Kompleks (Q.1). (Lingkungan yang Kompleksitas Dinamik). 2. Kondisi Tidak Stabil dengan Lingkungan Sederhana (Q.2); 3. Kondisi Stabil dengan Lingkungan Kompleks (Q.3); 4. Kondisi Stabil dengan Lingkungan Sederhana (Q. 4); MATRIK KONDISI KOMPLEKSITAS DINAMIK DENGAN 4 QUADRAN 29 LINGKUNGAN KOMPLEKS Ketidak – Tentuan Agak Rendah (Low-Moderate Uncertainty -/+ Ketidak – Tentuan Tinggi (High Uncertainty) +/+ Q3 Q1 Q4 Q2 PERUBAHAN LAMBAT Ketidak – Tentuan Rendah (Low Uncertainty -/ - PERUBAHAN CEPAT Ketidak – Tentuan Agak Tinggi (High-Moderate Uncertainty -/ + LINGKUNGAN SEDERHANA TAHAPAN IMPLEMENTASI SYSTEMS THINKING DALAM MANSTRA 30 1. Judul Kasus Proses Perubahan Sebagai Isu Utama; 1 (Ditetapkan dari Isu Stratejik) 2. Uraian Singkat Kasus, Isu Stratejik, Masalah Atau Gejala Yang Memerlukan Penyelesaian (Solusi); (Story Line) 2 3. Identifikasi Variabel Kunci Kasus; (dengan SWOT 3 hasilnya diubah menjadi Variabel Bebas Nilai) 4. Pemetaan Perilaku Proses Perubahan Kasus dalam 4 Dimensi Waktu (Peta Alur Hubungan Kausal / CLD); (Mengkaji Hubungan Antar Variabel) 5 5. Analisis Peta Alur Pikir Hubungan Kausal / CLD; (Analisis Hubungan Antar Variabel) Tahapan ………… 6. Analisis CLD tambahan (dengan Variabel Eksternal atau 6 bahkan CLD eksternal); 7. Identifikasi Variabel Utama / Kunci; (Memilih 1, 2 atau lebih variabel yang dinilai paling berpengaruh); 7 8. Verifikasi terhadap relevansi Variabel Kunci sebagai “Leverage” terhadap Isu Utama (Judul Kasus) – Tahap ini Bisa tdk dilakukan apabila hasil Implementasi 8 Systems Thinking dinilai telah benar; 9. Rekomendasi Kebijakan yang terintegrasikan kedalam Rencana Kinerja Tahunan (untuk Jangka Pendek) atau ke dalam Rencana Stratejik (untuk jangka 9 menengah/panjang). 31 32 (Penjelasan Tahapan) 1. Isu Stratejik 33 Identifikasi isu utama sbg isu stratejik; Isu Utama Dapat Bersifat Parsial apabila dimaksudkan sbg alat bantu mempersiapkan Rencana Kerja Tahunan, Misalnya : masalah perbaikan jalan, bantuan beras miskin, dampak penggusuran PK-5 dll; Isu Utama Dapat Bersifat Menyeluruh (Makro) apabila dimaksudkan sbg alat bantu penyusunan Rencana Stratejik; Rumusan isu utama singkat namun informatif; CONTOH ISU UTAMA 34 Isu utama parsial : 1) Pengendalian Banjir di DKI; 2) Bencana Kebakaran Hutan di Prov. Jambi; dll; Isu Utama Makro : 1) Kabupaten “X” Sehat Tahun 2020; 2) Tertib Lalu Lintas Kabupaten Bogor Tahun 2015; 3) Nelayan Sejahtera Kabupaten Tuban Tahun 2015, dll 2. Uraian Singkat Isu Stratejik (Story Line) 35 Berdasarkan isu utama, selanjutnya diuraikan secara ringkas masalah-masalah pokok yang berhubungan langsung, yang relevan dengan berbagai aspek kehidupan atau bidang kegiatan yang memerlukan perhatian Dibuat story line (sekitar 4 alinea) 3. Identifikasi Variabel 36 1) Identifikasi variabel-variabel dapat dilakukan dgn melakukan identifikasi (analisis) SWOT, yakni elemen unsur kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman; 2) Selanjutnya langkah identifikasi dilakukan dgn merubah rumusan masing-masing unsur SWOT menjadi Variabel Bebas Nilai ; Misalnya : unsur kekuatan ‘penduduk’ menjadi ‘jumlah penduduk’, unsur kelemahan ‘kemiskinan’ menjadi ‘jumlah penduduk miskin’, unsur peluang ‘kekayaan mineral belum tergali’ menjadi ‘ tingkat pengelolaan sumber daya mineral’ dan unsur ancaman ‘persaingan bebas’ menjadi ‘tingkat daya saing’ ; Lanjutan …………. 37 3) Identifikasi berbagai variabel (ingat kata benda atau keadaan), yakni variabel yang akan dipergunakan untuk kepentingan penggambaran rangkaian masalah yang terkait dengan isu utama 4) Masing-masing variabel perlu diberikan uraian penjelasan singkat tentang keterkaitannya dengan kasus/isu utama 4. Pemetaan Hubungan Antar Variabel (Dengan CLD) 38 Meneliti hubungan kausal atau sebab-akibat antara variabel satu dgn variabel lainnya; Dari hasil identifikasi variabel, dibuat peta alur pikir hubungan kausal atau CLD Perlu diberikan penjelasan singkat tentang keterkaitan antar hubungan kausal variabel yang satu terhadap lainnya, khususnya yang dipandang sebagai variabel utama; Variabel eksternal thd isu stratejik biasanya ditempatkan di bagian luar dalam CLD ; 5. Analisis Hubungan Antar Variabel 39 Tahap analisis untuk mengetahui variabel mana yg merupakan variabel kunci, variabel utama atau kritis, yakni variabel yg sangat dominan dlm lingkup isu stratejik, yg sangat berpengaruh thd bangunan sistem isu stratejik ; Variabel utama ini juga bersifat kritis dgn asumsi apabila variabel ini tidak ada (atau dihilangkan) akan sangat berpengaruh pada berfungsinya variabel-variabel lainnya ; CIRI VARIABEL KUNCI/PENGUNGKIT (LEVERAGE) 40 Variabel dgn jumlah anak panah paling banyak keluar ; Variabel dengan jumlah anak panah baik yang keluar maupun yg masuk paling banyak ; Variabel yg membangun struktur sub-sistem balancing loops yg merupakan variabel dengan ‘o’ atau ‘-’ (minus) yg berarti ‘opposite direction’ ; Variabel yg paling banyak dilalui loops dalam struktur bangunan CLD, yg dapat diidentifikasi secara manual (untuk CLD yg sederhana) atau dgn menggunakan bantuan program software Vensim PLE (untuk CLD yang kompleks) 6. Analisis CLD Tambahan 41 Analisis terhadap CLD dilakukan apabila terdeteksi adanya variabel eksternal, atau bahkan CLD eksternal; Ini tahapan yang bersifat tentatif (apabila diperlukan) ; 7. Identifikasi Variabel Utama/Kunci 42 Identifikasi ini dilakukan dengan mengangkat hasil kegiatan identifikasi hubungan antar variabel (tahap 5), yakni dengan memilih atau menetapkan 2 (dua) atau lebih variabel yg dinilai paling berpengaruh dari keseluruhan variabel yg membangun CLD isu stratejik. 8. Verifikasi Terhadap Variabel Kunci 43 Verifikasi dapat dilakukan dengan metode lain (selain CLD), misalnya SWOT, SSM, Scenario Planning dsb; Hasilnya seharusnya sejalan, dan tidak terjadi pertentangan; Tahap (8) ini dapat diabaikan, tidak dilaksanakan bila terdapat keyakinan bahwa hasil implementasi systems thinking yg dilaksanakan s/d tahap (7) dinilai telah benar; Untuk arkitaib sistem (CLD baku), juga tidak perlu dilakukan verifikasi, kecuali ketepatan dalam penempatan variabel dalam bangunan struktur sistem; 9. Rekomendasi Kebijakan Yang Terintegrasikan Kedlm RKT atau Renstra 44 Dengan mendasarkan pada hasil identifikasi variabel-variabel utama, dapat disusun rekomendasi kebijakan, baik yang akan diintegrasikan ke dalam Rencana Kinerja Tahunan (RKT) maupun ke dalam Rencana Stratejik (Renstra). 45 CONTOH PENERAPAN Implementasi arkitaip sistem dalam proses manajemen stratejik lihat pada Lampiran IV , dengan judul kasus : (1) Kemacetan di akhir minggu di Puncak, (2) Pemburu Rusa : Pengendalian Populasi Rusa SISTEMATIKA IMPLEMENTASI SYSTEMS THINKING DALAM MANAJEMEN STRATEJIK 46 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. ISU STRETEJIK URAIAN SINGKAT ISU STRATEJIK (STORY LINE) IDENTIFIKASI VARIABEL ISU STRATEJIK PEMETAAN HUBUNGAN ANTAR VARIABEL ANALISIS HUBUNGAN ANTAR VARIABEL ANALISIS CLD TAMBAHAN (BILA ADA) IDENTIFIKASI VARIABEL KUNCI VERIFIKASI VARIABEL KUNCI REKOMENDASI SISTEMATIKA PENYAJIAN LAPORAN HP 47 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. ISU STRATEJIK JUDUL URAIAN SINGKAT ISU STRATEJIK IDENTIFIKASI VARIABEL ISU STRATEJIK PEMETAAN HUBUNGAN ANTAR VARIABEL ANALISIS HUBUNGAN ANTAR VARIABEL IDENTIFIKASI VARIABEL KUNCI REKOMENDASI 1. Isu Stratejik : Judul Kasus 48 2. Uraian Singkat Isu Stratejik 49 3. Identifikasi Variabel Isu Stratejik Isu Stretejik : ......................................................... 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Jumlah penduduk Jumlah penduduk miskin Tingkat pendidikan masyarakat Tingkat daya beli masyarakat Kualitas SDM aparatur Kesadaran hukum masyarakat Kondisi Keuangan Daerah Kinerja birokrasi pemerintah ............................................................dst 50 MERUBAH UNSUR SWOT MENJADI VARIABEL BEBAS NILAI UNSUR SWOT VARIABEL BEBAS NILAI Kekuatan : 1. .................................................... 2. ................................................... dst 1. 2. ..................................................... ................................................dst 1. 2. Kelemahan : .................................................... ............................................ dst 1. 2. ..................................................... ..............................................dst 1. 2. Peluang : ..................................................... ............................................dst 1. 2. .................................................. ............................................dst • • Ancaman : .................................................. ...........................................dst 1. 2. .................................................... .............................................dst 51 4. Pemetaan Hubungan Antar Variabel 52 ZZZ FFF S DDD AAA CCC EEE MMM BBB S KKK R1 GGG O O HHH JJJ III NNN S + R2 LLL 5. ANALISIS HUBUNGAN ANTAR VARIABEL 53 Dari Caual Loop Diagram di atas, hubungan antar variabel dapat dijelaskan sbb : 1. .............................................................................................. .............................................................................................. ..................................... 2. .............................................................................................. .............................................................................................. ..................................... 3. dst 6. IDENTIFIKASI VARIABEL KUNCI Dengan bantuan program software Vensim PLE maka dapat diidentifikasi jumlah loops dari masing masing variabel, sbb : Variabel 1. 2. 3. 4. .............................................................. .............................................................. .............................................................. dst Jumlah Loops ............ loops ............. loops .......... loops 54 Variabel Kunci / UTAMA 55 o Berdasarkan hasil identifikasi tsb maka dapat ditetapkan variabel kunci adalah : 1. ............................................... 2. ............................................... 7. PERUMUSAN REKOMENDASI VARIABEL KUNCI 1. 2. .................................................................... .................................................................... ISU STRATEJIK ............................................. REKOMENDASI KEBIJAKAN : ............................................. 1. .......................................................(Jangka Panjang) ............................................. 2. ........................................................(Jangka Pendek) . TUJUAN STRATEJIK : …………………………………………………………… 56 REKOMENDASI 57 Rumusan tujuan adalah merupakan rekomendasi yang diberikan untuk penyusunan Rencana Stratejik. MENUJU PEMBAHASAN SCENARIO PLANNING 58