1. KATEKISASI GEREJA by Arie A. R. Ihalauw

Download Report

Transcript 1. KATEKISASI GEREJA by Arie A. R. Ihalauw

MATERI I
KATEKISASI 2012 – 2013
1. Konteks Sosio – Kultural.
a. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
(IPTEK).
b. Arus globalisasi yang berjalan pesat.
c. Pergeseran nilai tradisional
arah individual.
(kekeluargaan) ke
d. Berkembanganya berbagai kejahatan di kalangan
muda – mudi (pergaulan).
e. Dan lain – lain.-
2. Konteks Keagamaan
a. Perkembangan agama – agama yang saling mempengaruhi.
b. Sikap sinkritis (toleransi) yang bertumbuh karena
perjumpaan agama – agama serta aliran kepercayaan.
c. Percampuran nilai keagamaan itu dapat melun –
turkan keyakinan umat terhadap kesaksian
Alkitab.
d. Kekurangpahaman akan kesaksian Alkitab akan
melenturkan nilai-nilai etis-moral Kristen dalam
kehidupan keluarga dan persekutuan orang
percaya.
3. Konteks Ekumenis
a. Pertumbuhan dan perkembangan berbagaialiran
kekristenan menimbulkan kesalahpahaman atas
ajaran Gereja mengenai kesaksian Alkitab.
b. Ekumenis dapat mengaburkan atau menyesat –
kan pemahaman iman warga jemaat terhadap
kesaksian Alkitab. Hal ini didorong oleh pengakuan Pemerintah dan Bimas Kristen pada aliranaliran kekristenan “tertentu”.
c. Gerakan interfidei dan pluralitas dalam kekris –
tenan memberikan peluang terjadinya penafsiran
yang salah atas kesaksian Alkitab sesuai tradisi
Gereja.
1. Bertolak dari konteks misional Gereja mengantisipasi masa depan bangsa, kemudian menetapkan
penyelenggaraan katekisasi.
2. Melalui proses belajar mengajar (katekisasi) Gereja berpartisipasi membentuk manusia – baru
yang memiliki kualitas iman dan pengetahuan
untuk membangun masa depan bersama,
3. Mempersiapkan manusia – baru yang tangguh
menghadapi serta mengatasi masalah yang akan
muncul di masa depan.

“Takut akan TUHAN adalah
pengetahuan…“ (Amsal 1 : 7).
permulaan

“Carilah TUHAN, maka kamu akan hidup”
(Amos 4 : 5-6; bd. Yeremia 29 : 12 – 14).

Untuk membentuk kepribadian dan karakter
manusia baru (Mat. 7:24–27; II Tim. 3:16–17).

Menumbuh – kembangkan pengetahuan serta
pengenalan akan Allah serta Yesus Kkristus
selaku Tuhan dan Juruselamat (Eps. 4:13–16).

Memperkenalkan tugas dan tanggungjawab
sebagai anggota Keluarga Allah yang melaksanakan Misi Kristus.

Memperlengkapi warga jemaat dan untuk
pembangunan tubuh Kristus (Eps. 4 : 12).
1. KEHADIRAN PESERTA BINA
a. Wajib menghadiri pengajaran pada waktu yang
ditentukan.
b. Orangtua wajib menyurati Pengajar, jika Peserta
Bina tidak mengikuti pelajaran; dan atau jika
sakit harus disertai surat keterangan Dokter.
c. Jika Peserta Bina membolos lebih dari 5 (lima)
kali, maka orangtua akan disurati. Dan, jika 6
(enam) kali, maka Peserta Bina tidak akan dikut
sertakan dalam Peneguhan Sidi Jemaat.
2. ETIKET PESERTA BINA
a. Peserta Bina Katekisasi wajib mengenakan
pakaian rapih dan bersepatu. Tak diperbolehkan memakai sendal.
b. Peserta Bina Katekisasi Pria tak diperbolehkan
berambut gondrong; sementara wanita wajib
menata rambutnya.
c. Peserta Bina Katekisasi wajib tertib selama
pelajaran berlangsung, tak membuat keributan.
d. Peserta Bina Katekisasi diwajibkan masuk kelas
tepat pada waktu ditentukan : Pukul 17.00. Jika
terlambat, tak diperbolehkan mengikuti jam
pelajaran.
3. PERLENGKAPAN
a. Membawa alat tulis menulis.
b. Membawa Alkitab
c. Membawa Kidung Jemaat
4. WAKTU PELAJARAN
a. Katekisasi dijadwalkan setiap Hari Sabtu.
b. Dimulai tepat pukul 17.00 WIB dan diakhiri
pukul 18.00 WIB.
c. Jika waktu tersebut bertepatan dengan aktivitas
pelayanan Gereja, maka hal tersebut diumumkan
melalui Warta Jemaat.
5. METODE DAN AKTIVITAS KATEKISASI
a. Ceramah dan Tanya – Jawab.
b. Diskusi Kelompok.
c. Ujian Dwi Wulan. Diadakan ujian setiap 2 (dua)
bulan sekali : lisan dan atau tulisan (esai).
d. Peserta Bina Katekisasi diwajibkan membuat
karya tulis pada akhir masa katekisasi.
e. Wajib mengikuti RETREAT yang dilaksanakan
Majelis Jemaat pada menjelang akhir waktu
katekisasi.
f. Wajib mengikuti Ujian Akhir Katekisasi.