08-Function Point - Elista

Download Report

Transcript 08-Function Point - Elista

Software Measurement
FUNCTION POINT
Function Point
Dalam Development sebuah perangkat
lunak/software terkadang para developer
memiliki kesulitan untuk mencari satuan yang
dapat mendeskripsikan ukuran dari sofware yang
akan dibuat.
Function Point
Salah satu cara yang populer untuk melakukan
pengukuran perangkat lunak dapat mengunakan
cara yang bernama FUNCTION POINT
Function Point
Hasil dari metode Function Point akan lebih
mudah dipahami oleh pengguna non teknis yang
dapat membantu mengkomunikasikan informasi
ukuran software ke pengguna atau client.
Function Point





Function Point dikembangkan pertama kali oleh Allan J.
Albrecht di pertengahan tahun 1970-an
Function Point pertama kali di terbitkan pada tahun 1979
Pada tahun 1984 Albrecht menyempurnakan metode
Function Point.
Function Point Internasional User Group (IFPUG) didirikan,
beberapa versi Function Point telah diterbitkan oleh
IFPUG.
Function Point telah diterima dalam industri perangkat
lunak lebih dari 40 tahun sebagai pengukuran standar
perangkat lunak.
Function Point

Waktu menggunakan satuan Menit

Jarak menggunakan satuan Kilometer

Suhu menggunakan satuan Celcius

Software dapat menggunakan FP (Function
Point)
Function Point
Function Point adalah sebuah sebuah teknik
terstruktur dalam memecahkan masalah dengan
cara memecah sistem menjadi komponen yang
lebih kecil dan menetapkan beberapa karakteristik
dari sebuah software sehingga dapat lebih mudah
dipahami dan dianalisis.
Function Point
Function Point mengukur dari perspektif Functional dari
software yang akan dibangun, terlepas dari bahasa
programaan, metode development atau platform
perangkat keras yang digunakan
Function Point
Function Point harus dilakukan oleh orang
berpengalaman dalam development software,
karena dalam memberikan nilai-nilai dari setiap
komponen Function point bersifat subyektif
Function Point
Pengerjaan Function Point harus dimasukkan
sebagai bagian dari rencana proyek secara
keseluruhan. Artinya harus dijadwalkan dan
direncanakan pengerjaannya
Function Point
Hasil dari pengukuran menggunakan Function
Point dapat digunakan untuk mengestimasi biaya
dan effort yang diperlukan dalam development
perangkat lunak.
Function Point - CFP
TAHAP 1.
Menghitung Crude Function Points (CFP)
Crude Function Points (CFP) adalah untuk
menghitung bobot nilai dari komponen-komponen
Function Point yang dikaitkan dengan software
yang akan dibuat.
Function Point - CFP
Komponen-komponen Function Point terdiri dari 5
buah yaitu sebagai berikut.



Tipe Input, Berkaitan dengan interface yang lakukan
pengguna/user dalam memasukan data pada aplikasi.
Tipe Output, Berkaitan dengan output yang dihasilkan
aplikasi untuk pengguna/user yang dapat berupa laporan di
print atau yang ditampilkan pada layar.
Tipe Query/Search/View, Berkaitan dengan query terhadap
data yang tersimpan
Function Point - CFP


Tipe File/Tabel/Database, berkaitan dengan logic
penyimpan data yang dapat berupa file atau semacam
database relational.
Tipe Interface Eksternal, Berkaitan dengan komunikasi
data pada parangkat/mesin yang lain, contoh nya adalah
membuat aplikasi SMS Server yang membutuhkan.
koneksi pada perangkat keras Modem telepon.
Function Point - CFP

Setiap komponen tersebut diberikan bobot berdasarkan kompleksitas
Function Point - RCAF
TAHAP 2
Menghitung Relative Complexity Adjustment Factor
(RCAF)
RCAF digunakan untuk menghitung bobot kompleksitas
dari software berdasarkan 14 karakteristik.
Function Point - RCAF
Penilaian Kompleksitas memilik skala 0 s/d 5

0 = Tidak Pengaruh

1 = Insidental

2 = Moderat

3 = Rata-rata

4 = Signifikan

5 = Essential
Function Point - RCAF

Berikut ini adalah 14 Karakteristik Software
Function Point - FP
TAHAP 3 :
Menghitung Function Point (FP)
Adalah proses melakukan perhitungan untuk
mendapat nilai Function Point dari sofrware yang
akan dibangun
Function Point - FP

Rumus FP
FP = CFP x (0.65 + 0.01 x RCAF)
Angka 0.65 dan 0.01 adalah ketetepan atau konstanta yang
dibuat oleh Function Point Internasional User Group (IFPUG)
Function Point - Contoh
“Akan dibangun sebuah software dalam pengelolahan Sistem
Informasi Sumber Daya Manusia yang rencanakan untuk
mengelola karyawan dari jumlah 10 hingga 200 karyawan dan
akan menghasilkan berbagai macam laporan seperti absensi
karyawan, gaji karyawan dan sebagainya. Aplikasi ini sangat
memungkinkan berinteraksi dengan perangkat keras absensi
seperti Finger Print serta menyediakan webservice agar
Software Sumber Daya Manusia ini dapat berkolaborasi dengan
Software Menajemen Proyek yang telah berjalan”
Function Point – Contoh - CFP

TAHAP 1. Menghitung Crude Function Points (CFP)

Crude Function Points (CFP) yang didapat 923
Function Point - Contoh - RCAF

TAHAP 2. Menghitung Relative Complexity Adjustment Factor (RCAF)
Function Point - Contoh - FP

TAHAP 3. Menghitung Function Point (FP)
FP = CFP x (0.65 + 0.01 x RCAF)
= 923 x (0.65 + (0.01 x 45))
= 1015.3
Nilai FP untuk proyek Software dalam pengelolahan Sistem Informasi
Sumber Daya Manusia adalah 1015.3 FP
Function Point – Contoh - Biaya


Membuat table tarif nilai FP
Tabel tarif tersebut dihasilkan berdasarkan data history atau pengalaman
dari perusahaan sendiri dalam developing software atau pengalaman
perusahaan lain.
Function Point – Contoh - Biaya


Proyek Software dalam pengelolahan Sistem Informasi Sumber Daya
Manusia adalah 1015.3 FP dengan Tarif Rupiah/FP untuk jenis Sistem
Informasi adalah Rp. 100.000.
Estimasi Biaya Development Software
Rp 100.000 x 1015.3 = Rp. 101.530.000

Estimasi Waktu Khusus Produksi Software
1 Jam x 1015.3 = 1015 Jam
Atau 127 Hari Kerja
(Asumsi 1 Hari Kerja sama dengan 8 Jam)
Atau 5 Bulan (Asumi 1 bulan 25 Hari Kerja)
Function Point
Terima Kasih

Materi disusun dan disampaikan oleh

Dendie - http://dendieisme.blogspot.com/